Rajaberita.info - Konsumen keluhkan kelangkaan solar yang sering terjadi disebabkan lonjakan permintaan dari industri dan transportasi yang mengejar target, kuota subsidi yang terbatas setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), serta dugaan penyelewengan oleh oknum tertentu meskipun Pertamina mengklaim stok selalu aman tapi antrean panjang dan pembatasan pembelian tetap terjadi.
Konsumen kecewa seperti kejadian pada SPBU 24.351.113 yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo Way Halim Permai, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung Diduga melayani mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar kepada mafia pengepul.
Dugaan adanya kecurangan itu diungkap konsumen inisial RS (30) dan DE (54) yang bersama-sama ikut antri untuk mengisi BBM di SPBU 24.351.113 di dekat Rumah Sakit Urip Soemoharjo Kota Bandar Lampung pada Jumat (23/01/2026).
Kedua konsumen kecewa dengan sikap pelayanan SPBU 24.351.113 yang membiarkan antrean panjang namun tidak mendapatkan BBM, sedangkan dilihat dari MAPS GPS kendaraannya memakan waktu hampir satu (1) Jam.
Kepada wartawan media ini, komsumen berinisial DE (54) mengatakan, SPBU di Urip Sumoharjo Siang-siang sudah melayani pengecor, masa satu (1) mobil isi BBM bisa sampai 20 menit. "Sudah antri lama tapi tidak dapat BBM, Tidak sesuai dengan slogan Pertamina Pasti Pas dan Pasti Prima," ucapnya.
Ditambahkannya, terutama pada pompa kiri di BBM solar, Dugaan prakteknya dengan membuka pintu mobilnya agar orang tidak bisa lihat berapa dia isi dan mobil yang antri cuma itu - itu saja. Kasihan konsumen seperti kami yang antri lama tidak kebagian, sampai di tempat pompa bisa habis solarnya, jelasnya.
Udh engga bener itu oknum karyawan SPBU, Kalau memang habis harusnya diberi tau jangan dibiarkan orang mengantri kayak enggak punya perasaan itu karyawan SPBU nya, nanti saya akan laporkan, pungkasnya (red).

Komentar
Posting Komentar