Langsung ke konten utama

Tambang Ilegal Way Kanan Ditertibkan, Rahmad Roni Minta Buruh Tak Jadi Korban


Rajaberita.info - Langkah tegas Kepolisian Daerah (Polda) Lampung dalam menertibkan aktivitas tambang emas ilegal di Kabupaten Way Kanan mendapatkan apresiasi dari masyarakat.

Namun di tengah penegakan hukum tersebut, tokoh masyarakat Way Kanan, Rahmad Roni, mengingatkan agar nasib para buruh tambang juga menjadi pertimbangan.

Menurut Roni sapaan akrabnya, persoalan tambang di Way Kanan tidak bisa dilihat secara sederhana. Di dalamnya terdapat beberapa klaster yang memiliki peran berbeda.

Ia menjelaskan, ada klaster menengah yang berperan dalam pengelolaan kegiatan tambang, kemudian klaster penerima atau pembeli emas yang membeli hasil tambang, serta klaster paling bawah yakni para buruh.

“Dalam persoalan tambang ini ada beberapa klaster. Ada klaster menengah, ada klaster penerima atau pembeli emas, dan yang paling bawah adalah klaster buruh, yaitu para pekerja,” kata Rahmad Roni, di Bandar Lampung, Selasa (10/3/2026).

Ia menuturkan, para buruh yang bekerja di lokasi tambang tersebut juga berasal dari latar belakang berbeda. Sebagian merupakan masyarakat dari luar daerah, namun tidak sedikit pula warga asli Way Kanan yang setiap hari bekerja di lokasi tersebut untuk mencari penghasilan.

“Ada masyarakat dari luar daerah, tapi ada juga masyarakat asli Way Kanan yang setiap hari bekerja di sana untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka,” ujarnya.

Rahmad Roni mengaku prihatin dengan situasi yang terjadi saat ini. Meski begitu, ia tetap memberikan apresiasi terhadap langkah penegakan hukum yang dilakukan aparat kepolisian.

Ia menilai penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal dalam skala besar tersebut merupakan peristiwa yang jarang terjadi di Lampung.

“Kita tetap menjunjung tinggi dan mengapresiasi langkah Pak Kapolda. Penegakan hukum seperti ini, yang besar-besaran di Lampung, baru sekali ini terjadi dan tentu sangat kita apresiasi,” katanya.

Disisi lain, ia menilai ada hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni keberadaan klaster paling bawah, yaitu para buruh/pekerja.

“Klaster yang harus kita bela adalah klaster paling bawah, yaitu buruh. Mereka ini orang-orang yang besok pun belum tentu tahu bisa makan atau tidak. Apalagi mereka adalah masyarakat asli Way Kanan,” tegasnya.

Rahmad Roni mengatakan dirinya akan menyampaikan persoalan tersebut kepada pimpinan kepolisian di Lampung agar kondisi para buruh dapat dipertimbangkan secara bijak dalam proses penanganan kasus.

Menurutnya, jika memang ada proses hukum yang harus berjalan, seharusnya menyasar klaster lain yang selama ini menikmati hasil dari pengelolaan tambang.

“Kalau mau diproses, silakan klaster yang lain yang selama ini menikmati hasil dari kekayaan alam itu. Tapi kalau buruh yang bahkan besok makan atau tidak saja belum tentu, tolong dipertimbangkan secara hukum,” ujarnya.

Ia juga menyinggung bahwa dalam berbagai kasus pertambangan di daerah lain seperti di Kalimantan dan Sulawesi, proses hukum bahkan bisa berkembang hingga perkara tindak pidana pencucian uang. 

Namun kondisi buruh, kata dia, berbeda karena mereka hanya bekerja untuk mendapatkan upah.

“Mereka ini bekerja hanya untuk makan dan menghidupi keluarganya. Mereka tidak mencari kaya. Mereka hanya buruh yang bekerja dengan upah,” jelasnya.

Sementara pihak yang menikmati hasil terbesar dari aktivitas tambang, lanjutnya, adalah mereka yang memiliki alat, modal, serta jaringan pembelian hasil tambang.

“Yang menikmati hasilnya adalah mereka yang punya alat, punya modal, memiliki alat sedot, yang membeli hasil tambang, dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam perputaran modal,” katanya.

Karena itu, ia berharap para buruh, khususnya masyarakat Way Kanan, tidak sampai menjadi pihak yang paling dirugikan dalam penegakan hukum.

“Jangan sampai mereka yang menjadi korban. Karena dalam persoalan ini ada klaster-klaster yang berbeda,” ujarnya.

Rahmad Roni juga mengingatkan bahwa dalam mempertimbangkan persoalan pada klaster buruh, semua pihak perlu kembali merujuk pada semangat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Artinya, dalam melihat persoalan ini, jangan sampai yang menjadi sasaran atau pihak yang paling dirugikan justru para buruh yang berada di lapisan paling bawah,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa aktivitas penambangan di wilayah tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak sekitar tahun 90-an Saat itu kegiatan tambang dilakukan secara tradisional oleh masyarakat dengan peralatan sederhana.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, menurutnya, pola aktivitas tambang mulai berubah karena penggunaan alat berat sehingga skala kegiatan menjadi jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.

“Dulu memang sudah ada, dan dilakukan secara tradisional. Tapi belakangan mulai menggunakan alat berat, sehingga aktivitasnya jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.

Karena itu, Rahmad Roni menilai bahwa dalam mengambil kebijakan penertiban, seharusnya yang menjadi pertimbangan utama bukanlah klaster buruh, melainkan pihak-pihak yang berada pada level pengelolaan dan pengendalian kegiatan tambang tersebut.

“Jangan sampai kebijakan yang diambil justru menyasar para buruh yang hanya bekerja untuk mencari nafkah, sementara pihak-pihak yang memiliki peran lebih besar dalam aktivitas tambang tidak tersentuh. Hal inilah yang perlu dipertimbangkan secara bijak agar penanganan persoalan tambang tetap berkeadilan dan tidak merugikan masyarakat kecil,” tegasnya (red).

Komentar

Populer

Bandar Lampung Berduka, Wali Kota Beri Satunan Untuk Keluarga Korban Bencana

Rajaberita.info – Musibah banjir yang melanda wilayah Rajabasa, Kota Bandar Lampung, menelan korban jiwa. Seorang anak berusia 10 tahun bernama Satria dilaporkan hanyut terbawa arus drainase saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Jumat (6/3/2026).  Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban.  “Kami berduka atas musibah yang menimpa keluarga ini. Semoga almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Eva Dwiana saat diwawancarai di Kantor Kecamatan Sukabumi pada Sabtu (7/3/2026).  Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana memberikan bantuan kemanusiaan kepada keluarga korban berupa uang tunai sebesar Rp10 juta serta bantuan beras untuk kebutuhan sehari-hari.  Selain itu, pemerintah kota juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan orang tua korban yang sedang sakit dengan merujuknya ke RSUD Dr. A. Dadi Tjokro...

Koramil 421-09/Tjb Menggelar UMKM Dan Berbagi Takjil Gratis Di KDKMP Desa Purwotani

Rajaberita.info - Koramil 421-09/Tjb Menggelar berbagi Takjil gratis di KDKMP (Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih) Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, dalam rangka menyemarakkan Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Lampung Selatan. Rabu (04/03/2026).  Kegiatan ini dilaksanakan di sekitar wilayah Desa Purwotani dengan melibatkan seluruh pengurus dan anggota koperasi yang turut ambil bagian dalam aksi sosial tersebut. Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan, masyarakat sekitar, serta warga yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.  Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat menerima takjil yang dibagikan dengan penuh keikhlasan dan semangat kebersamaan.  Dalam kesempatam itu Danramil 421-09/Tjb Kapten Inf Tarekat menyampaikan Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian KDKMP terhadap lingkungan sekitar, khususnya di momen penuh berkah seperti bulan Ramadhan,  Lebih lanjut Danramil mengatakan Melalui kegiatan berbagi ini, KDKMP...

Sebuah Bangunan Yang Dipagari Seng Diduga Lokasi Penimbunan BBM Dilalap Si Jago Merah

Rajaberita.info - Sebuah gudang yang diduga menjadi lokasi penimbunan bahan bakar minyak (BBM) ilegal di perbatasan Desa Galih Lunik Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, dilalap si jago merah, pada Selasa (3/3/2026). Kebakaran hebat itu disertai suara dentuman keras dan sempat mengejutkan warga sekitar. Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di lokasi kejadian, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 17.40 WIB. Lokasi gudang yang berada di area perkebunan, membuat peristiwa kebakaran tidak membahayakan masyarakat lainnya. Menurut warga setempat, sempat melihat jelas dari kejauhan asap hitam pekat tampak dari kejauhan. “Awalnya terdengar suara ledakan yang cukup keras, setelah itu tiba-tiba api langsung membesar,” ujar seorang warga di sekitar lokasi kebakaran yang tidak ingin disebutkan namanya. Mobil pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 19.00 WIB dan langsung membantu memadamkan api yang sudah membesar, tambahnya. “Api cukup besar, sehingga banyak mobil pem...

Koramil 421-09/Tjb Bersama KDKMP Tetap Berbagi Takjil Mesti Diguyur Hujan Deras

Rajaberita.info - Meski diguyur hujan deras, semangat berbagi di bulan suci Ramadhan tidak surut. Anggota Koramil 421-09/Tanjung Bintang bersama Forkopimcam dan Pemerintah Desa Budi Lestari tetap melaksanakan kegiatan pembagian takjil gratis kepada masyarakat di depan Gedung KDKMP Desa Budi Lestari, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (9/3/2026). Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan dan warga sekitar yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Para prajurit TNI bersama Polsek dan Kepala Desa Budi Lestari tampak turun langsung membagikan takjil kepada pengendara maupun pejalan kaki yang masih berada di perjalanan. Kegiatan sosial ini menjadi wujud kepedulian dan kebersamaan antara TNI, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa kepada masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah. Komandan Koramil 421-09/Tanjung Bintang, Kapten Inf. Tarekat, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan perintah langsung dari Pangdam XXI/Rad...

Wakil Gubernur Lampung Pimpin Sidak, Pastikan Harga Stabil Dan Pangan Aman

Rajaberita info - Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memimpin inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung guna memastikan stabilitas harga, ketersediaan pasokan, serta keamanan dan mutu pangan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 H.  Sidak digelar di Pasar Kangkung dan Chandra Superstore Tanjungkarang, Rabu (4/3/2026). Sidak ini juga sebagai langkah konkret pengendalian inflasi daerah serta perlindungan konsumen di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga bahan pangan di pasar tradisional maupun ritel modern terpantau relatif stabil. Distribusi pasokan juga berjalan lancar dan aman hingga menjelang hari raya. "Alhamdulillah, baik di ritel tradisional maupun modern, harga relatif stabil. Pasokan juga aman dan dipastikan cukup hingga Idulfitri nanti," ujar Jihan. Dalam sidak tersebut khususnya di pasar tradisional, bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) turut mela...