Langsung ke konten utama

Rawan Manipulasi, JPSI “Warning” SPMB Jalur Afirmasi Biling Kota Bandar Lampung, Banyak Warga Mampu 'Rampas' Hak Warga Miskin


Rajaberita.info - Melalui Keputusan Wali Kota Bandar Lampung Nomor 455 /III.01/HK/2026, tentang Petunjuk Teknis Sistem Penerimaan Murid Baru (SPBM) pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun ajaran 2026/2027, khusus jalur afirmasi bina lingkungan (biling) tingkat SMP negeri di Kota Bandar Lampung mendapat peringatan keras. Program yang seharusnya menjadi jalur khusus bagi keluarga kurang mampu itu dinilai rawan dimanfaatkan oleh warga mampu melalui dugaan manipulasi data hingga rekayasa kondisi ekonomi.

Ketua Jaringan Penggiat Sosial Indonesia (JPSI), Ichwan, mengungkapkan pihaknya menerima berbagai laporan dugaan permainan administrasi dalam proses penerimaan jalur biling pada tahun lalu yang berpotensi akan terulang pada tahun ini.

Menurutnya, modus yang paling sering ditemukan yakni penggunaan alamat dan tempat tinggal fiktif saat proses survei lapangan. Ada warga mampu yang sengaja menggunakan rumah bedeng atau kontrakan sederhana agar terlihat miskin di hadapan petugas survei.

“Ini sangat memprihatinkan. Ada warga yang sebenarnya mampu, punya usaha, bahkan pemilik rumah kontrakan bedeng, tetapi saat survei berpura-pura tinggal di situ agar masuk kategori tidak mampu,” kata Ichwan di Bandar Lampung, Minggu (17/5/2026).

Ia juga menyoroti adanya dugaan warga dengan kondisi ekonomi mapan tetap nekat memanfaatkan jalur afirmasi biling. Menurutnya, ditemukan rumah mewah berdiri di atas tanah milik sendiri, memiliki mobil dan motor keluaran terbaru, bahkan anak yang masih duduk di bangku SMP sudah difasilitasi kendaraan bermotor untuk pergi ke sekolah.

“Fakta di lapangan ada rumah mewah, kendaraan lengkap, anak SMP sudah membawa motor sendiri, tetapi tetap berupaya masuk jalur biling. Ini jelas melukai rasa keadilan masyarakat miskin,” ujarnya.

Ichwan menduga praktik tersebut tidak terjadi sendiri, melainkan ada dugaan keterlibatan oknum pamong RT hingga pihak kelurahan dalam memuluskan administrasi warga agar dapat memperoleh status tidak mampu.

“Modusnya diduga bekerja sama dengan oknum RT dan kelurahan untuk membuat administrasi seolah-olah layak masuk jalur afirmasi. Kalau tidak diawasi ketat, program ini akan dikuasai orang-orang yang sebenarnya tidak berhak,” tegasnya.

Di sisi lain, Ichwan menyebut warga yang benar-benar hidup miskin justru banyak tersingkir akibat syarat administrasi yang dinilai tidak realistis dan tidak berpihak kepada masyarakat kecil.

Salah satu syarat yang dipersoalkan yakni kewajiban melampirkan bukti lunas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk memperoleh Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Menurutnya, syarat tersebut justru menjadi hambatan besar bagi warga miskin yang hidup mengontrak dan tidak memiliki rumah pribadi.

“Logikanya, bagaimana warga miskin yang tinggal di kontrakan bedeng bisa punya bukti lunas PBB? Mereka tidak punya aset dan tidak punya rumah sendiri. Tapi syarat itu malah dipakai untuk menentukan layak atau tidaknya mendapatkan SKTM,” kata Ichwan.

Selain itu, persoalan masa terbit Kartu Keluarga (KK) juga menjadi masalah serius. Banyak keluarga miskin harus berpindah-pindah kontrakan karena faktor ekonomi sehingga tanggal penerbitan KK mereka tidak memenuhi syarat minimal satu tahun.

“Warga miskin sering pindah kontrakan karena tidak sanggup bayar sewa. Akibatnya KK mereka baru terus. Ironisnya, kondisi miskin yang nyata malah dianggap tidak memenuhi syarat administrasi,” ujarnya lagi.

JPSI meminta Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Dinas Pendidikan melakukan verifikasi faktual secara ketat terhadap peserta jalur biling, termasuk pemeriksaan kondisi ekonomi secara langsung dan independen agar program afirmasi tepat sasaran.

Ichwan juga mendesak aparat pengawas dan aparat penegak hukum turun tangan apabila ditemukan dugaan pemalsuan data maupun permainan administrasi oleh oknum tertentu dalam proses penerimaan siswa baru.

“Jangan sampai jalur afirmasi berubah menjadi jalur manipulasi. Hak anak-anak dari keluarga miskin harus dilindungi, bukan direbut oleh mereka yang pura-pura miskin demi masuk sekolah negeri favorit,” pungkasnya (red).

Komentar

Populer

Ketua DPW LSM HARIMAU Apresiasi Kapolda Lampung Atas Pengungkapan Pelaku Curat Yang Mengakibatkan Gugurnya Anggota Polri

Rajaberita.info - Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harapan Rakyat Indonesia Maju (HARIMAU) memberikan Apresiasi yang tinggi kepada Kapolda Lampung dan jajarannya atas pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) yang mengakibatkan gugurnya seorang personil Polri, Bripka (Anumerta) Arya Supena, S.H., saat menjalankan tugas. Ketua DPW LSM Harimau Provinsi Lampung Lita Yunarti mengatakan, para pelaku terlihat sudah terbiasa dan terorganisir karena sudah membawa serta mahir menggunakan senjata api dalam aksinya. "Alhamdulillah Kedua tersangka sudah diberikan tindakan tegas dan terukur oleh petugas di lapangan karena melakukan perlawanan aktif dan membawa senjata api rakitan yang membahayakan nyawa anggota saat proses penangkapan," ujarnya kepada wartawan, Minggu (17/5/2026). Lita menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Bripka (Anumerta) Arya Supena. "Kami Turut Berduka atas kehilangan salah satu putra t...

Kodim 0410/KBL Tampil Sebagai Motor Penggerak Utama Kesuksesan Kegiatan Launching Yang Diresmikan Oleh Presiden RI

Rajaberita.info - Sebuah tonggak sejarah baru dalam penguatan ekonomi kerakyatan nasional ditorehkan oleh jajaran Kodim 0410/Kota Bandar Lampung. Bertempat di KDKMP Perumnas Way Halim, Sabtu (16/5/2026), Komandan Kodim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., tampil sebagai motor penggerak utama kesuksesan kegiatan Launching 1.061 Titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Serentak yang diresmikan secara virtual oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Kegiatan bergengsi yang dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung ini menjadi momentum bersejarah sekaligus bukti nyata sinergitas TNI AD khususnya Kodim 0410/KBL dalam mendukung program strategis pemerintah. Dalam sambutannya yang dipantau secara virtual dari Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peresmian 1.061 koperasi ini adalah prestasi besar dan awal sejarah baru bangsa Indonesia. "Jangan lagi bangsa kita diremehkan. Keberhasilan ini membuktikan bahwa kita mam...

Viral IRT Di Way Kanan, Polda Lampung Kerahkan Tim Propam

Rajaberita.info - Polda Lampung merespons cepat beredarnya sebuah video viral seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) mengaku menjadi korban pemerasan oleh oknum polisi di wilayah Way Kanan setelah suaminya ditahan atas dugaan penimbunan BBM subsidi jenis Pertalite.  Dalam video berdurasi kurang dari dua menit tersebut, sang ibu mengenakan baju bermotif batik ini menyebut bahwa dirinya adalah pedagang eceran kecil yang menjual Pertalite untuk membantu warga sekitar yang jauh dari SPBU. Selain itu, ​ia juga mengaku dimintai uang sebesar Rp50 juta oleh oknum di Polsek Pakuan Ratu agar suaminya bisa dibebaskan. Karena tidak sanggup membayar, suaminya pun kini ditahan di Polres Way Kanan. Ia bahkan menyebut Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri dalam aduannya tersebut. Menanggapi video viral tersebut, Kabid Humas Polda Lampung, Yuni Iswandari Yuyun menyampaikan, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) telah turun langsung melakukan pengecekan dan pendalaman di lapangan. Selain itu, ia menegaska...

Kapolda Lampung Perintahkan Jajaran Tembak Di Tempat Para Pelaku Begal Dan Curanmor

Rajaberita.info - Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan tidak ada ruang bagi pelaku begal dan kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polda Lampung. Pernyataan tegas tersebut buntut maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Tindakan pelaku bahkan diketahui telah merenggut nyawa Bripka (Anumerta) Arya Supena. Dalam instruksinya, Helfi bahkan memerintahkan seluruh jajaran kepolisian untuk bertindak tegas dan terukur terhadap para pelaku, terutama jika membahayakan keselamatan warga maupun petugas di lapangan. “Saya perintahkan seluruh jajaran, untuk tembak di tempat kepada pelaku begal. Tidak ada toleransi,” ujar Helfi dalam keterangannya. Menurutnya, tindakan tegas tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Para pelaku begal disebut kerap membawa senjata api maupun senjata tajam saat beraksi, sehingga sangat membahayakan masyarakat. “Mereka pasti bersenjata api maupun senjata tajam yang sangat membahayakan masyarakat,” ucapnya. Kapolda juga ...