Langsung ke konten utama

GERMAK Seret BMBK Ke KPK Dan RSUD Abdul Moeloek Ke Kejagung, Desak Dugaan Fee Proyek Dan Temuan BPK Diusut Tuntas


Rajaberita.info - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GERMAK) meningkatkan tekanan terhadap dugaan penyimpangan anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Dalam dua hari berturut-turut, organisasi tersebut melaporkan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM) ke Kejaksaan Agung RI.

Langkah hukum itu diawali pada Kamis (23/7/2026) saat Ketua Umum DPP LSM GERMAK, Heriansyah, mendatangi Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menyerahkan laporan pengaduan bernomor Lapdu.114/LSM-GERMAK/DPP.I/VII/2026.

Dalam laporannya, GERMAK meminta KPK mengusut dugaan praktik pengondisian proyek dan setoran fee di lingkungan Dinas BMBK Provinsi Lampung yang diduga terjadi pada pelaksanaan proyek Tahun Anggaran 2025 hingga 2026.

Menurut Heriansyah, penyidikan tidak boleh berhenti pada pelaksana proyek semata, tetapi harus menyasar pihak-pihak yang diduga mengendalikan pengadaan maupun menikmati aliran dana.

"Kami meminta KPK menelusuri seluruh dokumen pengadaan, rekam jejak komunikasi para pihak, hingga aliran dana yang diduga berkaitan dengan praktik fee proyek. Jangan hanya berhenti pada pelaksana di lapangan. Telusuri siapa yang mengatur, menerima manfaat, maupun menikmati aliran dana tersebut," tegas Heriansyah.

Sehari kemudian, Jumat (24/7/2026), GERMAK kembali mendatangi Kejaksaan Agung RI dengan membawa laporan dugaan tindak pidana korupsi di RSUD Abdul Moeloek Lampung melalui surat pengaduan bernomor Lapdu.113/LSM-GERMAK/DPP.01/VII/2026.

Pelaporan tersebut mengacu pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung Nomor 43B/LHP/DJPKN-V.BLP/PPD.01/05/2026 tertanggal 26 Mei 2026 yang mengungkap berbagai temuan pada pelaksanaan proyek Tahun Anggaran 2025 dengan nilai lebih dari Rp2 miliar.

Berdasarkan laporan BPK, ditemukan ketidakhematan pada pengadaan generator set (genset) senilai Rp4,75 miliar dengan nilai temuan mencapai Rp950,25 juta. Selain itu, terdapat kelebihan pembayaran akibat kekurangan volume pekerjaan pada proyek instalasi listrik sebesar Rp625,77 juta, pembangunan Gedung Forensik sebesar Rp204,66 juta, pembangunan Power House dan Gardu Hubung sebesar Rp30,8 juta, perluasan Gedung CSSD sebesar Rp36,96 juta, serta pembangunan Gedung Instalasi Gizi Tahap II sebesar Rp36,3 juta.

Meski sebagian kelebihan pembayaran telah dikembalikan oleh penyedia pekerjaan, GERMAK menilai pengembalian tersebut tidak menghapus kemungkinan adanya unsur pidana apabila ditemukan perbuatan melawan hukum dalam proses pelaksanaan proyek.

"Temuan BPK bernilai lebih dari Rp2 miliar ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai uang rakyat yang nilainya miliaran rupiah hanya berakhir sebagai rekomendasi administratif. Kami meminta Kejaksaan Agung mengusut tuntas sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pembayaran proyek," ujar Heriansyah.

GERMAK juga mendesak Kejaksaan Agung dan KPK bekerja secara profesional, independen, dan objektif dalam menindaklanjuti laporan tersebut agar seluruh pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Meski demikian, kami menegaskan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan menyerahkan seluruh proses pembuktian kepada aparat penegak hukum" pungkas Ketum GERMAK, Heriansyah

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung maupun RSUD Abdul Moeloek terkait materi laporan yang telah disampaikan GERMAK kepada KPK dan Kejaksaan Agung RI (red).

Komentar

Populer

Ketua Umum Sekaligus Pendiri LSM HARIMAU Akan Bangun Rumah Sakit Harapan Rakyat Indonesia Maju Di Susukan, Banjarnegara

Rajaberita.info – Ketua Umum sekaligus Pendiri LSM HARIMAU (Harapan Rakyat Indonesia Maju), Tonny Syarifudin Hidayat, S.H., mengungkapkan rencana pembangunan Rumah Sakit Harapan Rakyat Indonesia Maju yang akan berlokasi di Jalan Raya Susukan, Panerusan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Rumah sakit ini direncanakan berdiri di atas lahan seluas 3.160 meter persegi dengan tujuan menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, modern. Tonny Syarifudin Hidayat, S.H. menyampaikan bahwa gagasan pembangunan rumah sakit tersebut merupakan bagian dari komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Rumah Sakit Harapan Rakyat Indonesia Maju hadir dengan komitmen untuk menjadi rumah sakit yang mengutamakan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat kurang mampu. Kami percaya bahwa setiap orang berhak memperoleh layanan kesehatan yang bermutu, cepat, aman, dan manusiawi tanpa membedakan latar belakang ekonomi. Foto Ketua  Umum sekaligus P...

Ketua Umum LSM Harimau Penuhi Undangan Polda Jateng Terkait Pelimpahan Dari Bareskrim Polri

Rajaberita.info — Ketua Umum sekaligus Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harapan Rakyat Indonesia Maju (Harimau), Tonny Syarifudin Hidayat, menghadiri undangan pemeriksaan di Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah.  Pemeriksaan ini merupakan penanganan perkara pelimpahan dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Pemeriksaan tersebut merujuk pada Laporan Polisi Nomor: LP/B/79/III/2024/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 14 Maret 2024. Laporan ini berkaitan dengan dugaan keterlibatan Tonny dalam aksi dugaan penculikan dan penyekapan terhadap dua warga bernama Solehudin dan Hardian Ari. Dalam menghadiri pemeriksaan tersebut, Tonny tampak didampingi oleh tim kuasa hukumnya, yakni Mugiyatno, S.H., M.Kn., C.T.A. (Panji), Ramadhani Hidayat, S.H., M.Kn. (Dani), Ahmad Mukodam, S.H., serta Risky M. Rifai, S.H. (Kiki). Penanganan kasus ini menarik perhatian publik lantaran turut menyeret nama Ketua Umum Partai Perindo sekaligus Komisaris MNC Group, Hary Tanoesoedibjo. sebelumnya juga ...

Terekam CCTV, Dua Pria Pencuri Handle Pintu Kuningan Di Bandar Lampung Dibekuk

Rajaberita.info - Berpura-pura mencari barang bekas, dua pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang rongsok justru memanfaatkan kesempatan untuk mengincar rumah-rumah warga. Berbekal rekaman kamera pengawas (CCTV) dan penyelidikan intensif, jajaran Polsek Labuhan Ratu akhirnya membekuk keduanya. Kedua pelaku berinisial S.P. (42) dan F.A. (44) ditangkap pada Rabu (22/7/2026) malam di kawasan Jalan Untung Suropati, Gang Raja Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung. Kapolsek Labuhan Ratu, AKP Ono Karyono, mengatakan, dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku diketahui sehari-hari bekerja sebagai tukang rongsok. Modus mereka adalah berkeliling di permukiman warga untuk mengamati situasi sekaligus mencari sasaran. "Pelaku ini kesehariannya bekerja sebagai tukang rongsok. Saat berkeliling mereka memanfaatkan situasi di sekitar lokasi. Jika kondisi dinilai sepi dan aman, barulah mereka menjalankan aksinya," kata AKP Ono Karyono, Kamis (23/7/2026). Aksi pencurian yang berh...

Koramil 421-09/TJB Gelar Karya Bakti Sambut HUT Ke-1 Kodam XXI/Radin Inten

Rajaberita.info - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Kodam XXI/Radin Inten, Koramil 421-09/Tanjung Bintang (TJB) melaksanakan kegiatan karya bakti sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kegiatan karya bakti dilaksanakan dengan penuh semangat dan gotong royong bersama aparat desa serta masyarakat setempat. Sasaran kegiatan meliputi pembersihan lingkungan, saluran air, fasilitas umum, dan area yang menjadi pusat aktivitas warga. Danramil 421-09/TJB, Kapten Inf Tarekat, menyampaikan bahwa karya bakti ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-1 Kodam XXI/Radin Inten sekaligus bentuk nyata pengabdian TNI AD kepada masyarakat. "Melalui kegiatan karya bakti ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan, memperkuat budaya gotong royong, serta meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. TNI akan selalu hadir dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat," ujarnya. Mas...