Langsung ke konten utama

Anak Didesa Gunung Terang Tidak Mendapatkan Penanganan Gizi, Camat Kalianda Di Duga Mengada - Ngada


Rajaberita.info - Camat Kalianda Ruris Apdani memastikan seorang anak berisiko stunting di Desa Gunung Terang telah mendapatkan penanganan dari pemerintah. Menurutnya, pemerintah desa, kecamatan hingga Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah memberikan berbagai bentuk bantuan kepada balita tersebut dan terus memantau perkembangan kondisinya.

"Sudah ditangani. Dari desa, kecamatan sampai kabupaten sudah memberikan bantuan, termasuk sembako dan susu. Kami juga terus memonitor perkembangan anak tersebut melalui laporan tim kesehatan di lapangan," ujar Ruris saat dikonfirmasi.

Namun, pernyataan Camat Kalianda tersebut berbanding terbalik dengan fakta yang disampaikan keluarga balita dan tenaga kesehatan yang mendampinginya. Ibu balita mengaku belum pernah menerima bantuan khusus untuk pemulihan gizi anaknya selain program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara bidan desa menyebut bantuan makanan tambahan yang dibutuhkan balita tersebut hingga kini masih sebatas usulan kepada instansi terkait.

Balita tersebut adalah Dafa Al Azril, anak pasangan keluarga kurang mampu di Desa Gunung Terang. Berdasarkan hasil pemantauan tenaga kesehatan, Dafa telah masuk kategori batita berisiko stunting dan membutuhkan intervensi gizi agar tidak mengalami stunting permanen.

Namun menurut ibunya, Desi Apriani, sejak anaknya dinyatakan berisiko stunting tidak pernah ada bantuan khusus berupa susu, makanan tambahan maupun program pemulihan gizi sebagaimana disampaikan Camat Kalianda.

"Yang saya terima hanya MBG. Kalau bantuan khusus untuk penanganan gizi anak saya, tidak ada," ungkap Desi.

Desi menuturkan, kondisi pertumbuhan Dafa hingga kini masih jauh dari ideal. Di usia dua tahun, berat badan anaknya baru mencapai 7,6 kilogram dengan tinggi badan 76,5 sentimeter. Bahkan, setiap bulan berat badannya hanya bertambah sekitar 200 hingga 300 gram.

Ia mengaku sempat menerima Bantuan Makanan Tambahan (BMT) ketika Dafa masih bayi. Bantuan tersebut disalurkan melalui kader kesehatan desa, namun kemudian terhenti dan hingga kini tidak pernah lagi diterima.

"Kemarin itu dapat bantuan dari pemerintah yang disalurkan melalui Bappanas berupa beras dan minyak goreng. Untuk makanan tambahan atau susu khusus anak saya tidak pernah ada," katanya.

Keterangan Desi selanjutnya diperkuat oleh Bidan Desa Gunung Terang, Farida Yunita. Farida membenarkan bahwa Dafa merupakan batita berisiko stunting. Ia menjelaskan, pihaknya justru baru mengajukan usulan bantuan makanan tambahan melalui program kesehatan masyarakat dan telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar keluarga tersebut memperoleh intervensi gizi.

"Sudah kami usulkan bantuan makanan tambahan melalui Perkesmas dan kami juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial," jelas Farida.

Pernyataan bidan desa tersebut menunjukkan bahwa bantuan makanan tambahan yang dibutuhkan Dafa masih berada pada tahap pengajuan. Kondisi itu berbeda dengan keterangan Camat Kalianda yang menyatakan bantuan, termasuk susu dan sembako, telah diberikan oleh pemerintah desa, kecamatan maupun pemerintah kabupaten.

Perbedaan keterangan antara pejabat pemerintah, keluarga penerima manfaat dan tenaga kesehatan di lapangan menimbulkan pertanyaan mengenai pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Desa Gunung Terang. Publik tentu berhak mengetahui apakah bantuan yang disebut telah disalurkan benar-benar diterima oleh keluarga sasaran, atau justru masih sebatas rencana dan proses pengajuan.

Berdasarkan keterangan Ruris, Rembuk stunting telah dilaksanakan di sebagian besar desa di Kecamatan Kalianda. Meski demikian, kasus yang dialami Dafa menunjukkan bahwa keberhasilan program penurunan stunting tidak cukup diukur dari pelaksanaan rembuk atau rapat koordinasi semata, tetapi harus dibuktikan melalui intervensi nyata yang benar-benar dirasakan oleh anak-anak yang membutuhkan.

Kasus ini menjadi ujian bagi komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan program percepatan penurunan stunting. Sinkronisasi data, ketepatan sasaran bantuan, serta transparansi pelaksanaan program menjadi hal yang penting agar tidak muncul perbedaan informasi antara laporan pejabat dengan kondisi yang dialami masyarakat di lapangan.(Red).

Komentar

Populer

Babinsa Koramil 421-09/Tanjung Bintang Monitoring Pembangunan Gedung KDKMP Di Desa Purwodadi Dalam

Rajaberita.info - Dalam rangka mendukung kelancaran pembangunan KDKMP di wilayah binaan, Babinsa Desa Purwodadi Dalam Koramil 421-09/Tanjung Bintang, Sertu Ricard, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan progres pembangunan gedung KDKMP di Desa Purwodadi Dalam, Kecamatan Tanjung Sari. Sabtu (27/06/2026). Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Pada kesempatan tersebut. Sertu Ricard juga berinteraksi dengan para pekerja konstruksi guna memberikan motivasi serta mengingatkan pentingnya mengutamakan keselamatan kerja selama proses pembangunan berlangsung. Sertu Ricard menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian TNI dalam mendukung pembangunan KDKMP di wilayah serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif. "Melalui kegiatan monitoring ini, kami berharap proses pembangunan KDKMP dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat...

Mobil Kebersihan Lelet, Sampah Menumpuk Timbulkan Aroma Tak Sedap

Rajaberita.info - Tempat Pembuangan sampah sementara (TPS) yang berada di jalan Bumi Nanti 1 Kelurahan Kampung Baru Raya tepatnya di samping Masjid Nurul Yaqin Membludak Timbulkan aroma yang tidak sedap ,Selasa (30/6/2026). TPS ini berada dilingkungan penduduk dan banyak nya sampah yang di buang di TPS ini hingga tempat Sampah (Bak Mobil penampung) nya cepat penuh sedang kan mobil pengangkut sampah sering terlambat untuk mengangkat dan membuang nya ke Tempat pembuangan Akhir ,menyebar kan Bau yang menyengat. Nasir sebagai ketua lingkungan membenarkan dan dia menyatakan  " Mobil pengangkut sampah sering terlambat seperti yang terlihat sekarang ini sudah 4 hari Belum juga di angkat untuk di bawa ke pembuangan akhir  memang sering terlambat mengangkat  ini bukan baru baru ini .emang sering terlambat entah apa penyebabnya ,saya meminta Dinas kebersihan untuk dapat memperbaiki kinerja Mobil sampah ini supaya tidak lelet dan tepat waktu ,ujar Nasir meradang ( red ).

Mantan AKBP Di Balik Aksi Debt Collector, Polda Lampung Tangkap Delapan Orang

Rajaberita.info - Aksi sekelompok mata elang (matel) atau debt collector yang diduga memaksa seorang warga menyerahkan mobil Mitsubishi Pajero Sport di Kota Bandar Lampung berakhir dengan penangkapan. Delapan orang diamankan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung setelah sempat melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Komisaris Besar Polisi Indra Hermawan mengatakan petugas terpaksa melepaskan tembakan peringatan karena para terduga pelaku berusaha melawan saat proses penangkapan. "Pada saat dilakukan penangkapan, para pelaku melakukan perlawanan sehingga anggota mengeluarkan tembakan peringatan," kata Indra, Minggu, 28 Juni 2026. Kasus itu bermula dari laporan korban berinisial CR (47) pada Jumat, 26 Juni 2026. Saat itu korban memarkirkan Mitsubishi Pajero Sport di halaman Butik Klamby, Jalan Kartini, Bandar Lampung. Tak lama kemudian, korban didatangi sekelompok orang yang diduga merupakan debt collecto...

Wakapolda Lampung: Kenaikan Pangkat Harus Diiringi Loyalitas, Integritas Dan Kedekatan Dengan Masyarakat

Rajaberita.info - Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf dalam hal ini di wakili oleh Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Sumarto memimpin Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Polri periode 1 Juli 2026 di Mapolda Lampung, Selasa (30/6/2026).  Dalam amanatnya, Wakapolda Lampung menegaskan bahwa kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan organisasi atas dedikasi, loyalitas, disiplin, dan prestasi kerja personel dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada masyarakat. Wakapolda Lampung menyampaikan, kenaikan pangkat bukanlah hak yang diberikan secara otomatis, melainkan melalui proses evaluasi dari berbagai aspek yang telah ditetapkan oleh institusi Polri. “Semakin tinggi pangkat kita, kita harus semakin dekat dengan rakyat. Kita dituntut bukan untuk ditakuti, melainkan untuk dicintai, diandalkan, dan menjadi teladan sejati yang mengayomi masyarakat,” tegas Sumarto dalam amanatnya. Dalam upacara tersebut, sebanyak 306 personel Satker Polda Lampung menerima kenaikan pangkat setingka...