Langsung ke konten utama

Antar Orang Tua Berobat, Rumah IRT Di Tulang Bawang Di Bobol Maling


Rajaberita.info – Aksi kejahatan jalanan dan pencurian dengan pemberatan (Curat) kembali berhasil diredam oleh ketangguhan jajaran kepolisian Polres Tulang Bawang. Memanfaatkan kelengahan korban yang sedang berjuang mengantarkan orang tuanya berobat, seorang pemuda pengangguran nekat membobol sebuah rumah di Kampung Bujung Tenuk. Namun, pelarian pelaku berakhir tragis di tangan tim gabungan yang bergerak cepat bagai kilat.

Peristiwa pilu ini menimpa Eli Setiawati (42), seorang ibu rumah tangga yang harus menelan pil pahit. Pada Minggu (14/06/2026), korban bersama keluarganya bertolak menuju Kota Metro demi pengobatan sang orang tua.

Berharap kesembuhan yang dibawa pulang, korban justru mendapati rumahnya telah diacak-acak oleh predator malam sekembalinya mereka pada tengah malam pukul 23.50 WIB.
Aksi bejat pelaku terendus pertama kali saat suami korban hendak meminum kopi. Ketika menuju dapur, kompor gas tidak dapat menyala karena tabung elpiji telah raib.

Kecurigaan semakin memuncak saat melihat pintu belakang rumah telah jebol akibat dicongkel paksa dari luar. Begitu memeriksa kamar utama, badai kehancuran terlihat jelas; lemari baju terbuka lebar, pakaian berserakan, dan uang tabungan sebesar Rp 3.500.000,- yang disimpan di dalam dompet emas telah ambyar digondol maling.

Tidak butuh waktu lama bagi Korps Bhayangkara untuk bertindak. Merespons laporan resmi korban (LP/B/18/VII/2026/SPKT/POLSEK MENGGALA), Unit Reskrim Polsek Menggala berkolaborasi dengan Tim Elite TEKAB 308 Polres Tulang Bawang langsung menggelar perburuan senyap.

Berbekal informasi akurat dan ketajaman intelijen di lapangan, petugas mengendus keberadaan pelaku yang bersembunyi di wilayah Gunung Batin, Lampung Tengah. Tanpa ampun, petugas langsung melakukan penyergapan taktis dan berhasil meringkus tersangka tanpa perlawanan berarti. Pelaku diketahui bernama Muhammad Hafid (22), warga Bujung Tenuk, Kecamatan Menggala.

Mewakili Kapolres Tulang Bawang, Kapolsek Menggala IPTU Yusrizal, S.H., memberikan pernyataan resmi terkait keberhasilan pengungkapan kasus menonjol ini.

"KAMI TIDAK AKAN MEMBERIKAN RUANG BAGI PARA PELAKU KEJAHATAN DI WILAYAH HUKUM KAMI!" Tegas IPTU Yusrizal, S.H. dalam keterangannya, Jumat (03/07/2026).

"Keberhasilan penangkapan ini merupakan bukti nyata komitmen Polri, khususnya Polsek Menggala dan TEKAB 308 Polres Tulang Bawang, dalam menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif serta memberikan rasa aman dan keadilan yang hakiki bagi masyarakat. Pelaku dengan tega memanfaatkan situasi di saat korban sedang tertimpa musibah mengantar orang tuanya berobat".

"Saat ini, tersangka MH beserta barang bukti berupa tas/dompet kecil tempat menyimpan uang telah kami amankan di Markas Komando Polsek Menggala guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Terhadap pelaku, kami terapkan Pasal 477 KUHP Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pencurian dengan Pemberatan. Kami imbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila melihat atau mencurigai adanya tindak pidana di lingkungan sekitar. Polri hadir, Polri mengayomi!" pungkasnya secara lugas dan berwibawa.

Kini, pemuda 22 tahun tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Pihak penyidik juga tengah melengkapi administrasi penyidikan (Mindik) untuk segera melimpahkan berkas perkara (BP) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) demi pengadilan yang seadil-adilnya (feby).

Komentar

Populer

Mobil Kebersihan Lelet, Sampah Menumpuk Timbulkan Aroma Tak Sedap

Rajaberita.info - Tempat Pembuangan sampah sementara (TPS) yang berada di jalan Bumi Nanti 1 Kelurahan Kampung Baru Raya tepatnya di samping Masjid Nurul Yaqin Membludak Timbulkan aroma yang tidak sedap ,Selasa (30/6/2026). TPS ini berada dilingkungan penduduk dan banyak nya sampah yang di buang di TPS ini hingga tempat Sampah (Bak Mobil penampung) nya cepat penuh sedang kan mobil pengangkut sampah sering terlambat untuk mengangkat dan membuang nya ke Tempat pembuangan Akhir ,menyebar kan Bau yang menyengat. Nasir sebagai ketua lingkungan membenarkan dan dia menyatakan  " Mobil pengangkut sampah sering terlambat seperti yang terlihat sekarang ini sudah 4 hari Belum juga di angkat untuk di bawa ke pembuangan akhir  memang sering terlambat mengangkat  ini bukan baru baru ini .emang sering terlambat entah apa penyebabnya ,saya meminta Dinas kebersihan untuk dapat memperbaiki kinerja Mobil sampah ini supaya tidak lelet dan tepat waktu ,ujar Nasir meradang ( red ).

Mantan AKBP Di Balik Aksi Debt Collector, Polda Lampung Tangkap Delapan Orang

Rajaberita.info - Aksi sekelompok mata elang (matel) atau debt collector yang diduga memaksa seorang warga menyerahkan mobil Mitsubishi Pajero Sport di Kota Bandar Lampung berakhir dengan penangkapan. Delapan orang diamankan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung setelah sempat melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Komisaris Besar Polisi Indra Hermawan mengatakan petugas terpaksa melepaskan tembakan peringatan karena para terduga pelaku berusaha melawan saat proses penangkapan. "Pada saat dilakukan penangkapan, para pelaku melakukan perlawanan sehingga anggota mengeluarkan tembakan peringatan," kata Indra, Minggu, 28 Juni 2026. Kasus itu bermula dari laporan korban berinisial CR (47) pada Jumat, 26 Juni 2026. Saat itu korban memarkirkan Mitsubishi Pajero Sport di halaman Butik Klamby, Jalan Kartini, Bandar Lampung. Tak lama kemudian, korban didatangi sekelompok orang yang diduga merupakan debt collecto...

Tim Tekab 308 Presisi Polsek Way Jepara Ungkap Kasus Pencurian Alpukat, Dua Pelaku Diamankan

Rajaberita.info - Tim Tekab 308 Presisi Polsek Way Jepara yang diback up Tim Tekab 308 Presisi Polres Lampung Timur berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur.  Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan dua orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pencurian buah alpukat di kebun milik warga. Kedua pelaku masing-masing berinisial SU (38) dan KA (42), yang merupakan warga Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur. Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati melalui Kapolsek Way Jepara AKP Gobel menjelaskan, peristiwa pencurian terjadi pada Rabu, 1 Juli 2026. Saat itu, para pelaku yang berjumlah dua orang mendatangi kebun alpukat milik korban yang berada di Desa Sri Rejo, Kecamatan Way Jepara. Untuk mengelabui penjaga kebun, kedua pelaku mengaku telah membeli buah alpukat milik korban sehingga penjaga tidak menaruh rasa curiga dan membiarkan mereka membawa hasil panen ...

Anak Didesa Gunung Terang Tidak Mendapatkan Penanganan Gizi, Camat Kalianda Di Duga Mengada - Ngada

Rajaberita.info - Camat Kalianda Ruris Apdani memastikan seorang anak berisiko stunting di Desa Gunung Terang telah mendapatkan penanganan dari pemerintah. Menurutnya, pemerintah desa, kecamatan hingga Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah memberikan berbagai bentuk bantuan kepada balita tersebut dan terus memantau perkembangan kondisinya. "Sudah ditangani. Dari desa, kecamatan sampai kabupaten sudah memberikan bantuan, termasuk sembako dan susu. Kami juga terus memonitor perkembangan anak tersebut melalui laporan tim kesehatan di lapangan," ujar Ruris saat dikonfirmasi. Namun, pernyataan Camat Kalianda tersebut berbanding terbalik dengan fakta yang disampaikan keluarga balita dan tenaga kesehatan yang mendampinginya. Ibu balita mengaku belum pernah menerima bantuan khusus untuk pemulihan gizi anaknya selain program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara bidan desa menyebut bantuan makanan tambahan yang dibutuhkan balita tersebut hingga kini masih sebatas usulan kepada i...

Wakapolda Lampung: Kenaikan Pangkat Harus Diiringi Loyalitas, Integritas Dan Kedekatan Dengan Masyarakat

Rajaberita.info - Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf dalam hal ini di wakili oleh Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Sumarto memimpin Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Polri periode 1 Juli 2026 di Mapolda Lampung, Selasa (30/6/2026).  Dalam amanatnya, Wakapolda Lampung menegaskan bahwa kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan organisasi atas dedikasi, loyalitas, disiplin, dan prestasi kerja personel dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada masyarakat. Wakapolda Lampung menyampaikan, kenaikan pangkat bukanlah hak yang diberikan secara otomatis, melainkan melalui proses evaluasi dari berbagai aspek yang telah ditetapkan oleh institusi Polri. “Semakin tinggi pangkat kita, kita harus semakin dekat dengan rakyat. Kita dituntut bukan untuk ditakuti, melainkan untuk dicintai, diandalkan, dan menjadi teladan sejati yang mengayomi masyarakat,” tegas Sumarto dalam amanatnya. Dalam upacara tersebut, sebanyak 306 personel Satker Polda Lampung menerima kenaikan pangkat setingka...