Rajaberita.info - Aktivis LSM HARIMAU DPW Lampung menilai pembangunan pagar pembatas (barrier) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) pemborosan di tengah kebijakan efisiensi yang digaungkan pemerintah saat ini.
Sekretaris Wilayah (Sekwil) LSM HARIMAU DPW Lampung R.Saputra, S.E secara tegas mengatakan pembangunan pagar pembatas sepanjang 138 kilometer di Taman Nasional Way Kambas bukan solusi satu-satunya dan bukan cara paling efektif untuk mencegah konflik antara gajah dan manusia di Taman Nasional Way Kambas.
Ditambahkannya, sebagai kawasan konservasi dilindungi negara, hal paling memungkinkan untuk mitigasi konflik di Way Kambas yaitu pembangunan tanggul di sepanjang jalur area gajah di perbatasan Taman Nasional Way Kambas dengan wilayah warga.
“Kita melihat bahwa pembangunan pagar bukan solusi satu-satunya dan paling efektif, dimana pemerintah pusat menerapkan efisiensi anggaran diberbagai sektor mencegah pemborosan. Sebagai kawasan konservasi, hal yang paling memungkinkan untuk mitigasi konflik gajah dan manusia yaitu pembangunan tanggul,” ucap Putra kepada wartawan Selasa (18/8/2026).
“Jika dilihat secara konstruksi ada potensi pagar pembatas tersebut akan bisa ditaklukkan rombongan gajah. Dengan kekuatan yang dimiliki seekor gajah, pagar yang dibangun saat ini masih memiliki potensi untuk dirobohkannya. Tapi yang lebih meminimalisir resiko jika dibangun tanggul, ketika dibuat dengan konstruksi lumayan tinggi maka gajah akan kesulitan untuk menembus tanggul tersebut,” jelasnya.
Berkaitan dengan anggaran pembangunan tanggul dan pagar pembatas yang jumlahnya ratusan miliar, Putra menilai hal tersebut merupakan bentuk pemborosan di tengah kebijakan efisiensi pemerintah.
“Jika kita melihat dari sisi anggaran, ini merupakan biaya yang cukup fantastis, dengan anggaran mencapai Rp839 miliar. Apakah ini bukan merupakan suatu anggaran yang sangat luar biasa. Andaikan kita berbicara di situasi saat ini, bisa dinilai semacam pemborosan di tengah efisiensi. Banyak persoalan-persoalan lain yang sama pentingnya atau bahkan lebih penting yang memang harus diselesaikan selain membangun pagar pembatas di Way Kambas,” tegasnya.
Selanjutnya, terkait seberapa besar manfaat bagi masyarakat atas dibangunnya pagar pembatas tersebut, dia mengatakan masih harus menunggu, apakah secara investasi jangka panjang memang sebanding antara manfaat dengan hal-hal dan biaya yang sudah dikeluarkan.
“Kalau berbicara manfaat, ketika memang pembangunan pagar ini dikemudian hari berjalan efektif, jika dilihat secara investasi jangka panjang masih ada pertanyaan apakah ini sebanding?,” pungkasnya (Hendi).

Komentar
Posting Komentar