Rajaberita.info - Bandar Lampung - Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (KM Itera) gelar aksi demonstrasi di Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, Rabu (28/10/2026).
Dalam kegiatan aksi, mahasiswa memasang sejumlah banner berisi kritik terhadap pemerintah dan menyampaikan lima (5) tuntutan.
Lima (5) tuntutan yang dibawa mahasiswa adalah penetapan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir sebagai bencana nasional, pembenahan tata kelola ekonomi, penghentian penyempitan ruang sipil, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta pemenuhan hak pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik yang merata.
Semua banner dengan berbagai tulisan dipasang di seputar kawasan Tugu Adipura. Banner tersebut memuat tulisan, di antaranya, “Tolak Rezim Sampah Pejabat Serakah dan Penghuni Neraka”, “Jangan Tunggu Asap Sampai Istana Baru Dianggap Bencana”, serta “Selamatkan Kami dari Pimpinan Bodoh dan Munafik”.
Koordinator Lapangan aksi yang juga Presiden Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (KM) Itera Kevin Andriano mengatakan, sekitar 250 hingga 300 mahasiswa mengikuti aksi tersebut.
“Kami sebagai mahasiswa hadir di Tugu Adipura untuk menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah pusat, dimulai dari penetapan karhutla sebagai bencana nasional hingga kami menolak militerisme di ranah sipil,” kata Kevin, saat diwawancarai awak media.
Dirinya mengatakan, salah satu hal yang diharapkan mahasiswa melalui aksi tersebut adalah kehadiran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atau pemimpin daerah Provinsi Lampung untuk bersama-sama menyampaikan sikap dan tuntutan kepada pemerintah pusat.
“Dari lima tuntutan yang kami bawakan, sebenarnya hari ini capaian kami hanya satu. Kami ingin Forkopimda atau pimpinan daerah Provinsi Lampung bisa hadir bersama kami semua untuk menyatakan sikap atau tuntutan kepada pemerintah pusat karena bencana yang diderita oleh masyarakat Indonesia sudah sangat membuat kami menderita,” pungkasnya (Putra).

Komentar
Posting Komentar