Komando Distik Militer Kodim 0410/KBL Menunjukan Peran Satral Keberhasilan Latihan Gabungan Bersama Latgabma
Latihan bilateral yang digelar setiap tiga tahun ini merupakan wujud nyata komitmen TNI dan Angkatan Tentera Malaysia (ATM) dalam memperkuat interoperabilitas dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI, Letjen TNI Bobby Makmun, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat,
termasuk Kodim 0410/KBL yang telah menjadi tuan rumah dan motor penggerak kegiatan di lapangan. "Dukungan dan kerja sama yang terjalin, termasuk dari Kodim 0410/KBL, menjadi faktor penting dalam keberhasilan penyelenggaraan latihan bersama ini," ujarnya di hadapan para pejabat tinggi militer kedua negara.
Peran Kodim 0410/KBL di bawah komando Kolonel Arm Roni Hermawan sangat krusial. Selain memastikan aspek keamanan dan kelancaran acara, Dandim 0410/KBL juga terlibat langsung dalam peninjauan lokasi latihan bersama pejabat tinggi ATM, seperti yang terlihat dalam kegiatan persiapan beberapa waktu lalu. Kehadirannya dalam berbagai sesi, termasuk gladi simulasi evakuasi korban kebakaran, banjir, dan tsunami yang digelar pada pukul 08.00 WIB, menjadi bukti peran aktif Kodim dalam memastikan seluruh skenario latihan berjalan sesuai prosedur.
Kepala Staf Markas Angkatan Bersama ATM, Mej Jen Dato’ Khairul Anuar bin Abd Aziz, dalam sambutannya menekankan bahwa latihan ini bukan hanya tentang peningkatan kemampuan tempur, tetapi lebih pada penguatan ikatan persaudaraan dan kesiapsiagaan kemanusiaan. Ia menyebutkan bahwa ancaman seperti bencana alam memerlukan pendekatan yang bersepadu dan kolaboratif,
yang menjadi fokus utama latihan bersama ini. Keberhasilan acara ini, termasuk kegiatan Bakti Sosial (Medcap) seperti donor darah dan pembagian sembako, tidak lepas dari kerja keras personel Kodim 0410/KBL yang berkoordinasi dengan berbagai instansi pemerintah dan organisasi masyarakat.
Dengan berakhirnya Latgabma Malindo Darsasa 12AB/2026, Dandim 0410/KBL dan jajarannya sekali lagi membuktikan kapasitasnya sebagai ujung tombak TNI di daerah, yang tidak hanya siap dalam operasi militer, tetapi juga sebagai penggerak sinergi kemanusiaan dan diplomasi pertahanan. Kolonel Arm Roni Hermawan menegaskan bahwa kesuksesan ini adalah hasil dari gotong royong seluruh elemen, dan akan menjadi modal berharga untuk mempererat hubungan Indonesia-Malaysia serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan (feby).

Komentar
Posting Komentar